Open top menu
#htmlcaption1 SEA DICAT POSIDONIUM EX GRAECE URBANITAS SED INTEGER CONVALLIS LOREM IN ODIO POSUERE RHONCUS DONEC Stay Connected

Badai belum berlalu, bencana silih berganti !

Senin (30/3/2009), pukul 8.00 WIB, galodo (air-bah) melanda delapan kecamatan di kaki Gunung Marapi Sumatera Barat, yakni lima kecamatan di Kabupaten Tanah Datar dan tiga di Kabupaten Agam. Hujan lebat yang terjadi sejak pukul 01.00 WIB. malam menyebabkan debet air, di sungai-sungai yang mengaliri lereng Gunung Marapi, meningkat hebat. Galodo lalu membawa batu-batu besar dan lumpur yang meluap ke perumahan penduduk dan areal pertanian. Kejadian serupa pernah terjadi di Tahun 1979.

Desa terparah adalahPasie Laweh yang terletak di tenggara Gunung Marapi. Galodo terjadi sebanyak tiga kali, pertama pukul 06.00 WIB, lalu pukul 06.30 WIB dan, terakhir dan terbesar pukul 08.00 WIB. Tiga kali galodo ini menghayutkan aneka material, ternak dan merobohkan perumahan masyarakat. Korban tewas satu orang, Yaniwar (70), warga Koto Panjang, Kecamatan Sungai Tarab, dan telah dimakamkan Senin (30/3), Sementara, dari tiga warga yang luka-luka masih dirawat pada RSUD Batusangka. Sejauh ini, 6 kedai dan 2 los di pasar Nagari Pasie Laweh, satu mushalla, 2 rumah, dan 1 TK, tidak bisa digunakan lagi.

Kondisi terakhir:
778 orang pengungsiditempatkan pada tiga lokasi, yaitu Kandang Malabuang, Tanjuang Lado Ateh Bukik dan Ikua Koto. Sementara, satu titik pengungsian di Pasie Laweh telah ditutup, karena para pengungsi ditampung di rumah keluarga masing-masing. Sebanyak 2.500 pelanggan PLN tidak mendapatkan aliran listrik, akibat robohnya 12 tiang menengah dan 20 tiang kecil PLN. Tim SAR Bencana Galodo Tanah Data memprediksi, ada tiga titik telaga di pinggang Gunung Marapi yang mesti diwaspadai. Guna memastikan kondisi ketiga telaga tersebut, hari ini (2/4) Tim SAR bersama Pemkab Tanah Data, TNI dan Polri berencana mendaki Gunung Marapi untuk melakukan pemantauan.
Different Themes
Written by Lovely

Aenean quis feugiat elit. Quisque ultricies sollicitudin ante ut venenatis. Nulla dapibus placerat faucibus. Aenean quis leo non neque ultrices scelerisque. Nullam nec vulputate velit. Etiam fermentum turpis at magna tristique interdum.

16 comments:

  1. baru tau nih ternyata selain g. merapi ada juga g.marapi :D

    btw, bro asli dari daerah sini?

    ReplyDelete
  2. wihh... indah banget tuhh...

    ReplyDelete
  3. Halah,tadinya saya kira salah ketik atau apa.Ternyata emang gunung marapi ya? Hehehe..baru tau

    ReplyDelete
  4. pasia laweh itu adalah lokasi kkn saya dulu. saya sedih sekali ketika mengetahui berita ini.... yah, kejadian yang sama kembali terulang...

    saya hanya mampu mendoakan dari jauh, semoga penderitaan pasia laweh cepat teratasi...

    ReplyDelete
  5. @Blog Sejarah, ajeng, Wafi: Ya, ini gunung Marapi, di Sumatera Barat, seringkali dianggap gunung yang sama dengan Merapi di Jawa Tengah...Indah memang, tapi baru saja mengundang bencana...
    @surauinyiak:Makasih da, saat ini keadaan sudah semakin baik. Untungnya masyarakat sekitar cepat tanggap, tidak melulu menunggu bantuan pemerintah..., untuk doa uda saya hanya bisa mengamini.Amin...ya Rabbb...
    @sungaikuantan.com:Oke,bro....

    ReplyDelete
  6. memang sudah waktunya manusia sadar akan ulah dan perbuatannya termasuk saya juga. karena bencana itu kalo kita telusurin ialah hasil dari perbuatan kita secara langsung maupun tidak...

    ReplyDelete
  7. @bayu nugroho: Yup, sepakat bro. Sebenarnya tidak perlu ada korban jika Daerah Aliran Sungai (DAS) di lereng Marapi, di benahi dari dulu...Ironis kalau kita harus terus menunggu bencana datang dan menelan korban, untuk sekedar mengambil pelajaran...

    ReplyDelete
  8. Aduh, apakah memang benar kalau Jamrud Khatulistiwa sudah berubah menjadi Surga Bencana???

    ReplyDelete
  9. @Punkchonomic:
    Aduh, mudah-mudahan tidak bro..Tapi semacam tobat nasional mungkin perlu, bukan saja pada Tuhan, pada alam juga. Mungkinkah memulai sebuah gerakan???

    ReplyDelete
  10. bencana silih berganti ya hiks...
    Tuhan lg nyentil umatnya..

    ReplyDelete
  11. ya.. Tuhan......ampuni dosaku
    Mudahan semuanya aman² saja... kasian indonesia udah kena bencana sana-sini..hiks..

    ReplyDelete
  12. @Li: Yup, makanya harus segera disikapi ya mbak, sebelum sentilan itu jadi tamparan...wah gak kebayang...
    @Joo Izzy: Amin...ya Rabb.

    ReplyDelete

PIKIRAN SAHABAT SEMUA MUNGKIN AKAN SANGAT MEMBANTU SAYA
JADI JIKA BERKENAN, SUDILAH KIRANYA MENINGGALKAN KOMENTAR, DI KOTAK INI: