masukkan email untuk berlangganan:
DenganFeedBurner

Sandiwara Politik dan Ideologi

Oleh Dipa Sandiwara at Friday, April 24, 2009

Sandiwara Politik, barangkali adalah salah satu istilah yang paling sering digunakan untuk menunjukkan betapa politik, adalah dunia yang paling 'berpura-pura' atau bahkan tidak konsisten. Istilah sandiwara politik pula yang turut membangun 'citra' konotatif terhadap kata sandiwara. Kurang-lebih, jika seseorang berkata pada sahabat: "Akh, kamu bersandiwara...", maka yang ia maksudkan bukanlah bahwa sahabat adalah seorang pemain sandiwara, tapi justru ia maksudkan bahwa sahabat sedang berpura-pura. Bukankah demikian ?

Meski tidak suka, saya sendiri terkadang memang tidak bisa mengelak untuk menyetujui pendapat bahwa politik adalah panggung sandiwara terbesar. Tidak saja karena jumlah pemainnya yang banyak, tapi juga karena penontonnya tidak sedikit. Untuk politik Indonesia, misalnya, baru-baru ini telah dimainkan satu pertunjukan sandiwara besar bernama Pemilu 2009. Tidak tanggung-tanggung, pentas sandiwara itu, melibatkan 11.301 orang pemain sandiwara (Caleg), dan 171.068.667 orang penonton aktif (Pemilih Tetap), dari total 250 juta penonton.

Lalu apakah yang menjadi alur dalam sandiwara politik yang satu ini, dan akhirnya menentukan karakter-karakter dalam sandiwara besar politik tersebut? Seharusnya: Ideologi. Seperti sahabat semua tahu, ideologi adalah cita-cita yang sistematis. Ideologi adalah platform perjuangan, bahkan ideologi adalah tujuan bernegara. Oleh sebab itu pulalah, seringkali agama yang dianut seseorang, langsung menjadi ideologi nya. Sebab, cita-cita kehidupannya, yang dituntun oleh ajaran agama yang dianutnya, kemudian diterapkan pula pada setiap ranah kehidupannya, tak terkecuali politik.

Tapi ideologi, terkadang juga ditentukan oleh cara bermata pencarian. Jika begitu, rakyat Indonesia, mungin seharusnya berideologi Pertanian dan Kelautan. Tapi anehnya, Ideologi Pabrik dan Industri, terdengar lebih santer. Kelautan apalagi, adalah hal yang paling jarang kita dengar dibicarakan dengan serius. Dan jangan tanya, apakah ada partai politik Indonesia yang menjadikan sektor kelautan sebagai komoditi politiknya? Jawabannya, ringkas. Tak Ada. Sebab hampir semua partai politik menganut Ideologi yang “apapun tersedia” alias warung serba ada. Alasannya, ini negara majemuk dan besar, terlalu banyak lini yang harus diperhatikan !

Jika begitu, apakah ideologi partai politik Indonesia, yang jumlahnya mencapai 44 buah pada pemilu 2009 itu ? Dialog yang paling sering kita dengar, adalah: Ideologi Pancasila. Tapi bagaimana Pancasila diterapkan dalam politik ? Bukankah kemudian Pancasila lebih terlihat sebagai retorika belaka ? Yang memperlihatkan kemajemukkan pilihan. Mana yang lebih utama dari ke lima silanya itu? Yang mana yang prioritas ? Lagi-lagi, jawaban klasik akan kita dengar, bahwa: Pancasila adalah sebuah keutuhan, dan ke lima silanya adalah satu. Jadi tidak ada yang prioritas.

Lalu pertanyaan baru, akan muncul. Jika semua partai berideologi Pancasila. Kenapa mereka tidak jadi partai tunggal saja ? Aneh, jika ideologi yang sama harus di ekpresikan dan diperjuangkan dengan 44 cara. Namun tidak ada yang aneh di Indonesia. Pemilu 2009, telah membuktian kehebatan bangsa Indonesia, yang bisa mengekpresikan satu Ideologi, dengan 44 cara. Lagi pula, sebuah pesta memang harus rame dan meriah. Dan akan terlihat janggal jika bangsa yang besar dan kaya ini, tidak menghabiskan 50 triliun rupiah, untuk sebuah pesta. Untuk sebuah pentas sandiwara.
Tepuk tangan yang meriah. Hip-hip Hura...!


Tulisan Terkait



15 komentar:

si kumb@ng on April 24, 2009 4:09 PM said...

Yang jelas..., ideologi pribadi cuma buat Islam
Idiologi bangsaku ???
Ngga Jelas...he he he
btw...banyak tugas offline ya....?

Itik Bali on April 24, 2009 7:30 PM said...

he..he dunia emang panggung sandiwara
gimana kalo judulnya diganti jadi Indonesia panggung sandiwara??

Sandiwara Kita on April 24, 2009 8:50 PM said...

@si kumb@ng: Top, pantesan. Lho maksudnya. Uda Sikumbang ini, Golput ya kemarem? hahaha. Idiologi bangsaku. nggak jelas juga, huahahaha Iya neh, akh tugas offline yang menumpuk.., tapi blogging harus tetap sempat.
@Itik Bali: Boleh, nanti di bikin yang baru aja ya...Indonesia panggung sandiwara. Tunggu aja. Tanks kunjungannya.

kakara on April 24, 2009 9:42 PM said...

sandiwara ternyata ada dimana-mana ...
bener juga tuh yang ditulis...

JHONI on April 25, 2009 10:37 AM said...

hahaha memang dalam politik semua orang yg terlibat didalamnya "hampir" menghalalkan bermacam cara untuk mencapai tujuan termasuk bersandiwara

mungkin kalo dikategorikan sekelas dg oscar nih kemampuan actingnya!!!!

ajeng on April 25, 2009 11:46 AM said...

Jadi ingat lagunya God Bless.. Mereka sebenarnya dapat peranan apa yach, kok bisa menjadi seperti sekarang?

ghielz on April 27, 2009 6:42 PM said...

just wanna say...ah pusing.... hehehe...

rusakparah on May 1, 2009 1:05 PM said...

Politik oh politik... emang selalu nyentrik.. hehehhe

HasruL on May 10, 2009 12:02 PM said...

Hmmm....
Politik, sepertinya mengingatkan kita dalam jaman penjajahan. :-)

bayunature on June 2, 2009 6:36 PM said...

atas nama demokrasi, katanya bos!! berbeda jalan tapi satu tujuan...berebut jabatan,,,he..he...

kakve-santi on June 8, 2009 5:46 PM said...

bicara politik

malas!

irvaninside on August 18, 2009 9:12 AM said...

Ideologi Pancasila sebenarnya bagus,, tp syg pengimplementasiannya sy rasa masih kurang..
Ideologi berbasis Islam mungkin ga ya diterapkan di negara ini? karena Sandiwara tidak hanya di panggung politik, dlm kehidupan kita sehari-hari pun bnyk kt temui tingkah laku yg penuh dngn sandiwara-sandiwara..

_nice post, blogwalking ^^

Daniel DPK on September 5, 2009 2:18 PM said...

he..he..menarik juga bang argumennya..kenapa ada banyak partai sedangkan ideologinya semua sama yaitu pancasila? mungkin sudut pandangnya ya,bang ..ketika melihat pancasila..ada yg lihat ekor-ny,ada yg liat kepala-nya,ada yg liat kaki-nya..atau bahkan ada yg cuma liat kuku-nya....

btw,gw setuju bahwa politik adalah panggung sandiwara..apalagi kalo sudah ditemukan sama pebisnis atau pedagang..munculah KEPENTINGAN...dan pada akhirnya muncul KEBERPIHAKKAN..sayangnya tdk berpihak ke rakyat melainkan berpihak ke kroni dan orang-orang berduit...kejam memang..


MALAYSIA TERLALU KECIL UNTUK MENJADI LAWAN INDONESIA

Artikel Komputer on April 6, 2010 10:28 PM said...

Wah mantap postingannya,
Negara Indonesia hanya sandiwara, hidup hanya sandiwara, politik hanya sandiwara, ngeblog hanya sandiwara ......
Kira2 semua bisa disandiwarakan ????

Saringan air on August 28, 2010 2:04 PM said...

betul. pejabat indonesia gak ada yang beres. kasihan rakyat kecil yang menderita..

Post a Comment

PIKIRAN SAHABAT SEMUA MUNGKIN AKAN SANGAT MEMBANTU SAYA
JADI JIKA BERKENAN, SUDILAH KIRANYA MENINGGALKAN KOMENTAR, DI KOTAK INI:

 
 

Artikel Pilihan

Widget edited by Sandiwara

Komentar Terbaru

Bertukar Link

Jika sahabat bersuka hati untuk bertukar link, silakan copy kode di bawah dan masukan di daftar link sahabat, tinggalkan jejak di buku tamu, agar dapat segera saya link-back. Sukses untuk semua!

Sandiwara Kita



Kalau maunya link aja, Silakan ke SINI
 

Sandiwara Kita Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Emocutez