Open top menu
#htmlcaption1 SEA DICAT POSIDONIUM EX GRAECE URBANITAS SED INTEGER CONVALLIS LOREM IN ODIO POSUERE RHONCUS DONEC Stay Connected

Dua orang remaja tinggal berdekatan rumah. Remaja 1 punya hobby nge-band. Ia bangga sekali jika disebut ‘anak band’. Sayangnya, hingga kini ia belum bisa mendirikan sebuah band seperti yang ia cita-citakan. Bahkan uang tabungan yang ia rencanakan untuk membeli gitar pun sekarang sudah tak ada lagi, karena dipinjam sang Ayah untuk membuat baligo kampanye. Ayahnya berjanji, nanti jika sang Ayah terpilih menjadi caleg di kota mereka, ia akan dibelikan peralatan band lengkap, sehingga ia bisa mendirikan band sendiri.

Remaja 2 sebenarnya juga punya keinginan untuk jadi ‘anak band’, namun karena ia tahu bahwa keadaan keluarganya tidak akan mendukungnya untuk tujuan itu, ia hanya menyimpan cita-cita itu dalam hati, dan tak seorang pun tahu. Maklum, keluarganya jatuh miskin setelah sang ayah digelandang ke rutan, karena kasus korupsi. Dan ia sadar, bahwa kini ia harus berdiri di atas usahanya sendiri, dan menyelesaikan pendidikan dengan baik, adalah kesempatan yang tersedia untuk itu.

Alkisah, sambil menunggu pengumuman kursi legislatif,apalagi karena proses tabulasi hasil pemilu berjalan lambat, Remaja 1 dibelikan tape-compo oleh sang Ayah. Lumayanlah, ia bisa berkaraoke dan berlatih vokal menghapal lagu-lagu band kesayangannya. Maka, mulailah sang Remaja satu setiap malam berlatih. Saking semangatnya, suara tape-compo itu terdengan ke seantero RT. Namun karena bapaknya seorang caleg, tidak seorang pun mempersoalkan hal tersebut. Bahkan juga tidak, sang ketua RT.

Sementara Remaja dua, juga tengah bergiat belajar, untuk menghadapi UAN yang sebentar lagi akan digelar. Ia tahu, bahwa sistem UAN yang baru, bisa-bisa membuatnya gagal dan tidak lulus. Menguasai semua mata pelajaran saja pun, masih belum jaminan bahwa ia akan berhasil, sebab masih tergantung pilihan pensil yang digunakan, dan banyak faktor lain. Apalagi jika tidak menguasai mata pelajarannya ? Menyadari hal tersebut, ia belajar dengan giat.

Namun, ia cukup terganggu dengan suara tape-compo dari sebelah rumah yang keras sekali. Seperti kebanyakan orang, ia butuh suasana tenang, untuk membaca dan memahami bacaannya. Suara tape compo yang keras tersebut, cukup mengganggu konsentrasinya. Apalagi karena sang pemilik tape, ternyata juga senang begadang, hingga suara tape tersebut juga terdengar hingga subuh. Al hasil, menunggu hingga subuh pun, bukan merupakan penyelesaian.

Beberapa hari, ia masih berharap ada seseorang yang akan mendahului untuk mempersoalkan hal itu. Jadi ia berharap masalahnya akan ikut teratasi oleh usaha orang lain. Namun ternyata tidak seorang pun melakukan hal itu, seperti yang ia harapkan. Padahal, jadwal UAN semakin dekat. Ia berfikir keras untuk dapat menyelesaikan masalahnya itu. Dan akhirnya, ia memutuskan untuk menyelesaikannya sendiri.

Lalu ia pun mendatangi rumah Remaja 1. Setelah meminta izin pada orang tua Remaja 1, Remaja 2 pun mendatangi kamar remaja satu. Karena suara ketokan pintunya tidak berpengaruh, Remaja 2 pun membuka pinti kamar, dan melonggokkan kepalanya. Dilihatnya, remaja 1 sedang berjingkrak-jingkrak sambil memegang microphon, menyanyikan lagi. Remaja 1 melihat Remaja 2, dan mematikan tape-componya:

Remaja 1: Hoi, ada apa neh, tumben. Bukannya lagi belajar buat UAN ?
Remaja 2: Iya, tapi ada perlu sama kamu...
Remaja 1: Apaan ?
Remaja 2: Mau pinjam Tape-Compo mu beberapa hari!
Remaja 1: Lho, bukannya mau belajar ? UAN udah dekat lho? Hahaha.
Remaja 2: Justru itu, aku pinjam sampai UAN selesai ya ?
Remaja 1: ???????


sumber gambar: www.fotosearch.com
Different Themes
Written by Lovely

Aenean quis feugiat elit. Quisque ultricies sollicitudin ante ut venenatis. Nulla dapibus placerat faucibus. Aenean quis leo non neque ultrices scelerisque. Nullam nec vulputate velit. Etiam fermentum turpis at magna tristique interdum.

16 comments:

  1. ha ha ha....
    kali ini sandawara betulan nih.....:)
    kemana aja?

    ReplyDelete
  2. Ada rumus2 jitu kaliii dari suara Tape Componya hahahha... belajar222 yang mo UN.

    ReplyDelete
  3. kalo aku mau pinjem selamanya... boleh ga ya..?

    ReplyDelete
  4. ternyata remaja 2 mempunyai jalan keluar yang baik. memang remaja harus bisa menyiasati semua masalah yang timbul pada lingkungan sekitar.

    good share.

    ReplyDelete
  5. @si kumb@ng: ha ha ha....iya neh, da. Yang ini sandiwara betulan nih, bukan yang jadi-jadian. Yah, ada kesibukan off-air. Maaf ya, menghilang, hahaha
    @loly: Hahaha, Bundo bisa aja, rumus buntut buat yang berjudi di Pemilu ya bun...hehehe
    @pijarbintang: Kok sama ya, pikirannya, hahaha
    @rezKY p-RA-tama: Yoi bro, ini memang lagi gak jelas neh,hehehe
    @Risti:Hmm, tanks ya.Remaja Indonesioa harus cerdas ya. Sepakat aku sob. Karenanya hiruk pikuk pemilu gak boleh membuat kita luput pada pelaksanaan UN...
    @All: Tanks, dah membaca 'kekacauan' saya, hahaha

    ReplyDelete
  6. Bagus ceritanya..penuh makna

    ReplyDelete
  7. hehew....:)) lucu ceritanya neh, syg di ujung postingan ga ada tulisan: 'to be continued' :D

    ReplyDelete
  8. tapi tetap keren kok,,,gogogogogo

    keep mosting ya

    ReplyDelete
  9. asli lucyu...bisa bikin gw senyum disaat banyak kerjaan kaya' gini...hehehhe

    ReplyDelete
  10. Cerita diatas kayaknya pengalaman pribadi ya? hehehhe...

    ReplyDelete
  11. @Dinoe: hehe, makasih, Yang baca han juga pada jago bikin cerita bagus...
    @Blog Sejarah: hehehe, nanti dibikin jilid dua aja..:-D
    @kyra.curapix: Tanakiyu dueh atas pujiannya, sama-sama ya. Keep blogging juga ya
    @Mel: Tanks mel. Sukurlah kalau bisa jadi hiburannya Mel. Memang dibuat untuk tujuan itu, hehehe.
    @rusakparah: Akh, itu karena sahabat Rusak parah sendiri juga punya penglaman pribadi yang mirip kalee. Ya kan? hehehhe...

    ReplyDelete
  12. lucu ceritanya..pengalaman yang keren..

    ReplyDelete

PIKIRAN SAHABAT SEMUA MUNGKIN AKAN SANGAT MEMBANTU SAYA
JADI JIKA BERKENAN, SUDILAH KIRANYA MENINGGALKAN KOMENTAR, DI KOTAK INI: